Tips Berpuasa Yang Baik Dan Benar

Halo sobat pembaca sekalian, menjalankan puasa merupakan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Tapi tahukah kamu, praktek puasa ini ternyata sekarang diadopsi oleh kalangan masyarakat Barat sebagai salah satu bentuk diet yang menyehatkan. Dilaporkan melalui harian The New York Times, bahwa diet puasa ini sudah mulai diterima oleh baik kalangan medis maupun artis Hollywood. Semua orang mulai dari Jimmy Kimmel hingga Hugh Jackman dan Mark Mattson, PhD, seorang ilmuwan syaraf di National Institute bidang Aging yang berlokasi di Maryland, memberi pujian bahwa puasa yang dilakukan secara strategis tidak hanya dapat menurunkan berat badan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Membatasi asupan kalori bukanlah hal baru – praktek tersebut merupakan latihan spiritual di banyak budaya dan agama. Tapi orang juga berpuasa untuk kesehatan dan alasan non-religius lainnya, termasuk menurunkan berat badan, menyiapkan tes medis, mencoba mencegah penuaan, detoksifikasi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengatasi kecanduan.

Jika kamu berpikir untuk melakukan puasa dengan alasan apapun, berikut adalah beberapa tips yang akan membantu kamu berpuasa dengan aman:

  1. Konsultasikan Dengan Dokter Sebelum Berpuasa
    Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti sedang hamil, atau terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan, ada baiknya kamu komunikasikan dulu dengan penyedia layanan kesehatan kamu tentang bagaimana caranya berpuasa yang baik dan benar tanpa membahayakan kesehatan. Hal ini terutama berlaku untuk penderita diabetes tipe 2, yang berisiko mengalami hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetes, dan dehidrasi saat puasa. Buat rencana terlebih dahulu sebelum berpuasa dan cobalah untuk meminta pendapat dokter untuk rencana khusus yang dapat kamu ikuti dengan aman. Kamu juga mungkin perlu memodifikasi pemakaian obat kamu selama berpuasa, silahkan konsultasi ke dokter untuk penyesuaian ini ya guys.
  2. Cobalah Taktik Puasa Yang Berbeda
    Jika kamu melakukan puasa untuk menurunkan berat badan, pertimbangkan pendekatan yang dimodifikasi; Penurunan berat badan yang cepat bakal membuat kamu gagal menjaga berat badan secara jangka panjang. Kuncinya adalah menurunkan berat badan secara perlahan, karena ini berarti kamu dapat mempertahankan jumlah otot yang paling banyak dan oleh karena itu, jaga metabolisme kamu tetap terstimulasi. Alih-alih berpuasa secara ekstreme untuk menurunkan berat badan dengan cepat, pikirkan tentang awalnya menghilangkan beberapa jenis makanan (tapi tidak semua) selama beberapa minggu. Perhatikan makanan pemicu kegemukan, atau makanan yang menurut kamu sulit untuk dikurangi. Beberapa orang menemukan bahwa menghilangkan konsumsi gula dapat membantu menyesuaikan kembali selera makan dan menemukan kembali rasa manis alami dalam makanan. Makanan kemasan, kopi, dan soda adalah contoh lain dari makanan yang bisa kamu mulai kurangi. Cara lain adalah dengan membatasi konsumsi daging menjadi 1x per hari, atau mencoba untuk tidak ngemil. Strategi yang efektif adalah berfokus pada apa yang dapat kamu konsumsi versus apa yang tidak boleh dimakan. Mulailah dengan menetapkan tujuan untuk memiliki satu atau dua porsi sayuran setiap kali makan, dan dua sampai tiga porsi buah setiap hari.
  3. Sesuaikan Rutin Latihan Kamu
    Dengan perubahan asupan makanan yang signifikan saat berpuasa, maka kamu harus mempertimbangkan perubahan aktivitas sehari-hari juga lho. Tentunya, hal ini sangat tergantung pada jenis puasa yang kamu lakukan, cuma satu hal yang pasti latihan intensitas tinggi mungkin perlu ditunda sampai masa puasa kamu selesai. Kamu dapat melanjutkan aktivitas paling ringan ke moderat sepanjang puasa. Misalnya, bangun dari meja kerja dan berjalan santai, tapi lupakan kelas kettlebell atau HIIT sampai kamu selesai puasa.
  4. Jaga Tetap Terhidrasi
    Kita membutuhkan air untuk hidup, jadi rencanakan untuk minum cukup air selama berpuasa. Jumlah air yang harus dikonsumsi sangat bergantung pada tingkat aktivitas, ukuran tubuh, dan lingkungan kamu tinggal. Pastikan air seni kamu berwarna seperti air lemon encer. Warna yang lebih pekat berarti kamu perlu minum air lebih banyak.
  5. Rencanakan Makanan Saat Sedang Tidak Berpuasa
    Setiap puasa harus memiliki periode di siang hari saat kamu mengonsumsi sesuatu, dan pilihan pada saat itu harus seimbang dan bergizi. Karena kamu sedang membatasi asupan kamu, pilihan makanan kamu harus memberi nutrisi yang lebih bergizi dari sebelumnya. Jangan makan makanan cepat saji dan manisan. Mulailah dengan satu atau dua gelas air dan segenggam buah kering atau kacang-kacangan. Air dan gula akan membantu kamu cepat pulih dari puasa. Kemudian cobalah untuk menyesuaikan diri dengan makanan lengkap yang terdiri dari biji-bijian, protein nabati, dan banyak sayuran dan buah-buahan. Jika perlu, kamu dapat menambahkan beberapa kalori cair, seperti susu atau jus, untuk menjaga asupan total gizi kamu agar tercukupi setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *